Sumenep, MNCNews.id – Proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan PT Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) menjadi sorotan tokoh pemuda Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sorotan tersebut berkaitan dengan dugaan dominasi CV Titian Mas yang disebut-sebut berulang kali memenangkan tender pekerjaan di lingkungan perusahaan migas tersebut selama beberapa tahun terakhir.
Tokoh pemuda Sapudi, Arman, S.H., mengaku mempertanyakan kondisi tersebut. Menurutnya, apabila dalam kurun waktu bertahun-tahun perusahaan yang sama terus ditetapkan sebagai pemenang tender, maka transparansi dan mekanisme persaingan dalam proses pengadaan patut mendapat penjelasan.
“Saya heran, kenapa selama bertahun-tahun vendor yang memenangkan tender dengan HCML selalu CV itu. Dugaan saya, ini semacam ada permainan. Masa dari sekian banyak perusahaan, yang terus muncul sebagai pemenang selalu perusahaan yang sama?” ujar Arman.
Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan berarti perusahaan tertentu tidak boleh memenangkan tender secara berulang. Namun, menurutnya, perlu ada keterbukaan mengenai mekanisme seleksi dan evaluasi sehingga publik dapat mengetahui apakah seluruh proses telah berjalan secara kompetitif dan sesuai ketentuan.
Arman juga meminta HCML menjelaskan secara transparan mekanisme pemilihan vendor, mulai dari persyaratan administrasi, kualifikasi perusahaan, sistem penilaian penawaran hingga dasar penetapan pemenang tender.
“Jangan sampai muncul kesan bahwa tender hanya menjadi formalitas dan kesempatan bagi vendor lain untuk ikut bersaing tidak benar-benar terbuka. Kalau memang semuanya sudah sesuai prosedur, silakan dijelaskan kepada publik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Arman menyampaikan bahwa dirinya berencana melayangkan surat resmi kepada pihak HCML untuk meminta klarifikasi terkait pola penetapan vendor yang dipertanyakannya tersebut.
“Dalam waktu dekat saya akan mengirim surat kepada pihak HCML agar ada penjelasan resmi. Saya ingin mengetahui apa dasar dan pertimbangannya sehingga CV Titian Mas disebut selalu memenangkan tender dengan HCML,” ungkapnya.
Menurutnya, keterbukaan informasi mengenai pengadaan barang dan jasa penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat, khususnya warga di wilayah Kepulauan Sumenep yang turut menaruh perhatian terhadap aktivitas perusahaan migas di daerah tersebut.
Ia berharap HCML dapat memberikan tanggapan secara terbuka dan menjelaskan seluruh mekanisme pengadaan berdasarkan data serta ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pernyataan mengenai dugaan dominasi CV Titian Mas tersebut masih berupa sorotan dan kecurigaan Arman yang belum disertai bukti terverifikasi. Belum dapat disimpulkan adanya permainan ataupun pelanggaran dalam proses tender tersebut.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak HCML maupun CV Titian Mas guna memberikan penjelasan berimbang kepada publik.







