MncNews.id, Jakarta – Di tengah seruan global untuk aksi iklim dan pelestarian lingkungan, kawasan pesisir Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara, menjadi titik fokus sebuah inisiatif mulia. Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang dirayakan setiap tanggal 22 April, CT Arsa Foundation menjalin kolaborasi strategis dengan Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) untuk menggelar serangkaian kegiatan yang berorientasi pada restorasi ekosistem dan penguatan komunitas lokal.
Acara yang dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, ini bukan sekadar seremoni, melainkan manifestasi nyata dari komitmen terhadap keberlanjutan. Bertempat di Lapangan Futsal Apung Bela Negara, Muara Angke, kegiatan ini dirancang untuk menciptakan dampak positif yang berlapis, mulai dari pembersihan lingkungan hingga penanaman harapan bagi masa depan yang lebih hijau.
Pembukaan kegiatan diawali dengan ‘plogging’, sebuah konsep jalan sehat yang dikombinasikan dengan aktivitas memungut sampah. Peserta, dengan semangat kebersamaan, menyusuri area sekitar untuk membersihkan lingkungan dari berbagai jenis limbah yang mengancam ekosistem pesisir. Aksi ini secara langsung menyoroti pentingnya kebersihan dan urgensi pengelolaan sampah yang lebih baik.
Setelah plogging yang energik, fokus beralih pada upaya restorasi ekologi dengan penanaman bibit mangrove. Sebanyak 300 bibit mangrove ditanam secara simbolis, menandai komitmen jangka panjang untuk memperkuat garis pantai dan menjaga keseimbangan alam di Muara Angke. Pohon mangrove dikenal sebagai penjaga pantai alami yang vital.
General Manager CT Arsa Foundation, Khaerani Akbar, menjelaskan bahwa inisiatif ini memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar peringatan Hari Bumi. Kegiatan ini juga menjadi wujud konkret dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI, sebuah visi yang mengimpikan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Akbar menegaskan bahwa melalui peringatan Hari Bumi ini, CT Arsa Foundation bertekad untuk memicu terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Lebih dari itu, mereka juga berupaya mendorong partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam setiap aksi nyata pelestarian lingkungan. Semangat berbagi dan kepedulian sosial, terutama kepada sesama, turut menjadi landasan utama.
Pentingnya menjaga ekosistem pesisir tidak bisa dilepaskan dari peran vital mangrove. Dalam sambutan yang dibacakan oleh Akbar atas nama Founder CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, ditekankan bahwa penanaman mangrove bukan hanya sekadar menanam pohon. "Ini adalah menanam harapan-harapan akan pesisir yang lebih kuat, ekosistem yang lebih lestari, dan masa depan yang lebih hijau bagi generasi mendatang," ujarnya, menggarisbawahi makna mendalam dari setiap bibit yang ditanam.
Program ini juga dirancang untuk mengedukasi masyarakat mengenai berbagai isu krusial. Mulai dari pentingnya kepedulian terhadap sampah, urgensi menjaga kebersihan lingkungan sekitar, hingga pemahaman mendalam tentang peran krusial mangrove dalam mencegah abrasi pantai dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang rapuh. Edukasi menjadi jembatan menuju perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Tidak berhenti pada isu lingkungan, CT Arsa Foundation juga mengintegrasikan program kesejahteraan sosial yang komprehensif melalui inisiatif "GEBRAG Literasi". Program ini dirancang untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat pra-sejahtera di RW 22, kawasan pesisir Muara Angke. GEBRAG Literasi menjadi payung bagi berbagai layanan esensial.
Di bawah payung GEBRAG Literasi, masyarakat dapat menikmati fasilitas cek kesehatan gratis dan pemeriksaan gigi gratis, yang sangat penting untuk menjaga kualitas hidup. Selain itu, ada pula Gerakan Berbagi Pangan Bergizi untuk memastikan asupan nutrisi yang memadai, serta Gerakan Berbagi Sembako yang menyediakan kebutuhan pokok bagi keluarga yang membutuhkan.
Secara keseluruhan, kegiatan sosial ini menargetkan sekitar 500 penerima manfaat dari kalangan masyarakat pra-sejahtera. Manfaat yang disalurkan mencakup pemenuhan kebutuhan pangan dasar, dukungan untuk peningkatan kesejahteraan sosial, serta akses terhadap layanan kesehatan dasar yang seringkali sulit dijangkau. Inisiatif ini merupakan upaya holistik untuk memberdayakan komunitas.

Akbar merinci dampak langsung dari program ini, menyebutkan bahwa ratusan porsi pangan bergizi dan paket sembako telah disalurkan. "Hari ini kita menyalurkan 600 porsi pangan dan 250 paket sembako sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya untuk menghadirkan kebermanfaatan yang langsung dirasakan oleh warga," pungkasnya, menunjukkan skala dan jangkauan bantuan yang diberikan.
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari kolaborasi multi-pihak yang kuat. CT Arsa Foundation dan Koarmada RI tidak bekerja sendiri, melainkan menggandeng berbagai institusi dan organisasi. Kementerian Lingkungan Hidup, Bank Mega Syariah, Bank Mega, Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI), Perkumpulan Insan Maritim Andalan (PIMA), serta para relawan CT Arsa Foundation, semuanya turut berkontribusi aktif.
Sinergi antara entitas swasta, militer, pemerintah, lembaga keuangan, dan organisasi profesional seperti PDUI, menunjukkan kekuatan gotong royong dalam menghadapi tantangan lingkungan dan sosial. Dukungan dari berbagai pihak ini memungkinkan pelaksanaan kegiatan yang lebih luas, lebih efektif, dan berdampak lebih signifikan bagi masyarakat dan lingkungan Muara Angke.
Melalui perpaduan aksi lingkungan yang nyata dan program sosial yang menyentuh, CT Arsa Foundation dan Koarmada RI telah menunjukkan bagaimana Hari Bumi dapat dirayakan dengan cara yang paling bermakna. Mereka tidak hanya membersihkan dan menanam, tetapi juga menanamkan kesadaran, harapan, dan semangat kebersamaan untuk masa depan yang lebih baik bagi pesisir Muara Angke dan seluruh Indonesia.
Sumber: news.detik.com